
Ditenun oleh perajin perempuan di Kabupaten Ende, Flores menggunakan peralatan tenun duduk gedogan tradisional.
Sarung Tenun Corak Khas Ende
Sudah termasuk kotak penyimpanan kain tradisional, kantong katun pelindung, & sertifikat keaslian kriya bernomor registrasi.
Zawo Gezo ditenun dari perpaduan benang kuning dan putih. Benang terlebih dahulu dicelup menggunakan pewarna buatan hitam, kemudian dilanjutkan dengan pewarna merah. Zawo Gezo memiliki susunan motif tersendiri yang membedakannya dari jenis Zawo lainnya.
Susunan motif yang khas menghadirkan tampilan visual yang memikat dengan harga yang bersahabat untuk pemakaian sandang sehari-hari maupun cendera mata.
Ditenun manual di atas pangkuan penenun dengan kayu gedogan tradisional tanpa menggunakan mesin modern.
Format pesan otomatis: “Halo Zawo Ende, saya tertarik untuk memesan sarung Zawo Gezo (Rp 600.000). Apakah produk ini masih tersedia?”
Tanyakan Detail Ukuran / Kirim Foto TambahanPigmen alami daun tarum dan akar mengkudu memiliki daya tahan puluhan tahun jika dirawat sesuai tradisi leluhur Flores.
Dilarang keras memakai deterjen sintetis keras atau mesin cuci. Gunakan buah lerak alami atau sabun khusus kain tradisional. Cukup celup perlahan tanpa diperas kuat.
Jemur kain di tempat teduh dengan sirkulasi angin bebas. Paparan radiasi ultraviolet langsung dapat memudarkan saturasi pigmen nabati alami secara prematur.
Gulung dengan tabung karton bebas asam (acid-free) atau lipat berlapis kain katun putih. Selipkan butiran cengkih kering atau merica hitam utuh sebagai aromatik antiserangga alami.